Pariwisata Indonesia saat Pandemi

Perbaiki Sektor Pariwisata Di Masa Pandemi Covid

Kemenparekraf sendiri terus berupaya berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam membangun presepsi bahwa Indonesia telah siap dengan new normal. JAKARTA, investor.id – Optimistis kebangkitan sektor kepariwisataan dan ekonomi kreatif kini makin menguat seiring program vaksinasi Covid-19 dan berbagai kebijakan pemerintah terkait sektor pariwisata. Namun untuk membangun optimisme dunia pariwisata di tahun kedua Covid-19 membutuhkan kerja sama dari segenap pemangku kepentingan terkait. Untuk itu, Kemenparekraf bersama jajaran instansi pemerintah lainnya khususnya pemerintah daerah terus mendorong para pengelola tempat wisata jika diizinkan boleh beroperasi agar patuh pada protokol kesehatan. Menerapkan CHSE atau K4, yakni cleanliness , well being , security , dan surroundings sustainability merupakan suatu keharusan bagi para pelaku industri pariwisata. Hingga Senin (12/7) jumlah kasus virus corona di Amerika hampir 3,three juta dengan sekitar 137 ribu kematian, menurut Johns Hopkins University.

Untuk langkah awal ini kami ujicobakan di 5 destinasi wisata super prioritas,” paparnya. Sandi menyebutkan, melihat perkembangan Covid-19 di tahun kedua ini, untuk menggenjot kunjungan pariwisata baik asing maupun domestik dibutuhkan sebuah kolaborasi kolosal. Sandi, mengatakan, kolaborasi itu harus dijalin dengan berbagai instansi terkait instansi seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum & HAM, Satgas Covid-19, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perhubungan, elemen masyarakat dan dunia usaha. “Saya kira sektor pariwisata masih akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk segera dicarikan solusinya. Kami berharap program vaksinasi dapat menciptakan herd imunity pada akhir tahun ini. Ini juga akan menjadi game changer bagi sektor pariwisata,” ungkap Ketua Umum Partai Golkar itu.

Pariwisata saat ini

Kampanye tersebut dibuat untuk meningkatkan ekonomi lokal melalui promosi dan penegakan protokol kesehatan yang ketat. Setahun telah berlalu dan tampaknya pariwisata world masih sulit untuk “sembuh” dari situasi ini. Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatatkedatangan turis internasional pada tahun 2020 turun sekitar 74 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 1,5 miliar. Akibatnya, sektor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia ini harus mundur jauh imbas Covid-19. Dampak dari situasi pandemi ini sangat menyedihkan bagi banyak negara berkembang di kawasan Asia-Pasifik, di mana pariwisata merupakan sumber pendapatan utama.

Pasca pandemi, Bali dan destinasi pariwisata lain di Indonesia harus mematuhi protokol CHSE. Dijelaskan program vaksin ini penting karena, pandemic covid-19 bisa dikendalikan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, disiplin dan vaksinasi, dengan ini sektor pariwisata bisa pulih dan bangkit. Apalagi kawasan DTW Tanah Lot, desa Beraban, kecamatan Kediri/ Tabanan memang tengah disiapkan untuk menjadi kawasan zona hijau. Satu sisi dengan waktu yang tersedia ini, kalangan pelaku usaha pariwisata bisa lebih memantapkan lagi dalam penerapan protokol tatanan kehidupan era baru, salah satunya protokol kesehatan. TRIBUNNEWS.COM – Pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang buruk bagi industri pariwisata di Indonesia bahkan dunia. Ini membuat bisnis pariwisata saat ini stagnan bahkan sulit untuk bertahan.

Seperti yang disebutkan diatas bahwa high quality tourism merupakan paradigma baru dalam sektor pariwisata, manajemen yang dilakukan juga menyesuaikan dengan keadaan yang ada. Manajemen yang bisa dilakukan adalah merencanakan perubahan untuk perbaikan, melakukan perubahan dalam skala kecil, memeriksa perubahan yang terjadi, serta melakukan sesuatu untuk mendapaatkan manfaat yang besar dari perubahan serta mempertahankannya. Bangunan yang memiliki nilai historis tinggi ini milik keluarga kerajaan Siak Sri Indrapura yang merupakan bagian dari kesultanan Melayu Riau. Kontribusi ini bertujuan untuk mendukung Riau sebagai destinasi wisata berbasis budaya. Pentingnya keberlangsungan industri pariwisata mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersolek untuk menciptakan industri pariwisata yang tak hanya semakin digemari namun sejalan dengan Tujuan Pembangunan berkelanjutan . Segala aturan terkait pariwisata disesuaikan untuk mendukung agenda PBB tersebut dalam satu kali dayung.

Hal tersebut dibuktikan dengan realisasi devisa Negara sebesar Rp280 triliun rupiah sepanjang 2019. Tidak mengherankan apabila pada tahun 2020, pariwisata diharapkan mampu kembali menjadi tumpuan utama dalam upaya realisasi devisa Negara. Namun, merebaknya wabah Togel Online Terpercaya virus Corona membuat harapan tersebut sangat sulit untuk diwujudkan. Padahal, jika kita mengacu pada persyaratan dari WHO, salah satunya syarat agar dapat melakukan perbaikan di berbagai sektor yaitu apabila penularan Covid 19 sudah dapat dikendalikan.

Sekretaris Perusahaan PT Sarana Multigriya Finansial , Bonai Subiatko mengatakan, untuk mendukung bangkitnya pariwisata tanah air, pihaknya telah menginisasi program yang dimanakan Pembiyaan Homestay. “Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu bangkitnya Industri Pariwisata dan penciptaan lapangan kerja di Belitung,” ujarnya. Mengambil pengalaman dari kasus corona, wisatawan dari negara/daerah yang sudah pernah atau rentan terkena wabah penyakit harus melalui seleksi yang sangat ketat untuk mendapatkan izin masuk/visa ke Indonesia. Karena hingga kini masih ditemukan dilapangan kebijakan yang sudah dicanangkan dipusat tapi belum tersosialisasi dan terimplementasi dengan baik di daerah. Adalah penting untuk segera disosialisasikan terkait petunjuk teknis serta penetapan waktu yang pasti dari kapan kebijakan ini mulai berlaku. Dan ternyata kebijakan ini terbukti mampu berangsur-angsur meningkatkan kepercayaan dari pelanggan/wisatawan terhadap kualitas layanan kebersihan yang diberikan selama mereka berwisata.

Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan pembatasan perjalanan dan kerumunan untuk mengatasi penyebaran Covid-19. Harga tiket dan makanan di lokasi wisata Curug Bidadari, Kabupaten Bogor dikeluhkan masyarakat. Sebab, masyarakat yang biasanya melakukan pergerakan saat bulan puasa untuk pulang kampung atau nyekar terhambat perjalanannya. “Maret saat luar negeri mulai terdampak pandemi Covid-19, Indonesia masih baik-baik saja sebelum ditemukan kasus.

Menurut Putu Budiartha, Sektor pariwisata diakuinya masih mengalami stagnasi beberapa bulan terakhir akibat pandemi covid-19. Hal ini diakibatkan karena adanya penurunan atau belum adanya peningkatan nilai dan aktivitas investasi yang mengakibatkan melambat atau menurunnya kegiatan dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu lanjut Mella, sector pariwisata akan menjadi sektor yang dipersiapkan untuk menjalankan period new normal. “Pasalnya, pilihannya adalah tutup atau buka dengan acuan protocol kesehatan. Dan tentu saja tetap buka yang menjadi pilihannya, karena sektor ini memberikan konstribusi terbesar bagi devisa Negara, “ tegas Mella.

Pembatasan kegiatan pariwisata saat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terjadi lambat laun menjadi pisau bermata dua. di Denpasar, Jumat (11/6) kemarin sependapat pariwisata untuk asing layak dibuka, tetapi tetap harus dengan pertimbangan yaitu kasus positif Covid-19 kecil. Informasi tren penurunan kasus-kasus yang terjadi sebelumnya agar bisa tetap stabil dan tetap bertahan terus turun tidak lagi dua digit melainkan bisa satu digit. Jika pandemi COVID-19 berakhir, banyak kemungkinan masyarakat akan kembali bekerja seperti biasa. Adanya kebijakan Work from Home di masa pandemi dari banyak perusahaan juga akan mengakibatkan pengambilan libur tidak akan semudah biasanya.