Pariwisata Indonesia saat Pandemi

Sektor Pariwisata Berpotensi Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Objek/kawasan wisata yang harus memperoleh perhatian adalah objek/kawasan wisata yang belum/sedang berkembang tetapi memiliki potensi yang sangat besar dalam menyumbang devisa baik bagi pemerintah daerah maupun bagi pemerintah pusat. Untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata ini perlu dilakukan studi perencanaan secara detail sekaligus pengembangan prasarana dan sarana pendukungnya. Sinergi antara ekonomi kreatif dengan sektor wisata merupakan sebuah mannequin pengembangan ekonomi yang cukup potensial untuk dikembangkan di Indonesia, termasuk Kabupaten Purworejo. Untuk mengembangkan ekonomi kreatif sebagai penggerak sektor wisata dibutuhkan konektivitas, yaitu dengan menciptakan outlet produk-prouk kreatif di lokasi yang strategsi dan dekat dengan lokasi wisata. Outlet tersebut dapat berupa counter atau sentra kerajinan yang dapat dikemas dalam paket-paket wisata. Outlet kerajinan berupa counter atau kios atau toko sebaiknya dikembangkan pada tempat wisata yang sudah in style seperti mesjid agung dan alun-alun Purworejo.

Apakah industri pariwisata berpotensi

Pembangunan pariwisata dapat dilakukan dengan APBN, APBD, perbankan maupun perusahaan swasta,” jelas Arief. Dikatakannya, pariwisata masing-masing daerah memiliki ciri khasnya, seperti kota Yogyakarta ataupun Bali. Di Sumut, Danau Toba maupun lainnya harus menjaga penguatan pariwisata untuk mendongrak perekonomian Sumut. Lebih lanjut dia menyatakan, Kemenparekraf sendiri memiliki program bantuan insentif pemerintah yang menyasar UMKM di beberapa subsektor. ”Untuk tahun 2020 ini kami menyiapkan dana Rp 24 miliar guna mendukung pengembangan UMKM lewat program BIP,” ucapnya.

“Hasil dari riset growth technique yang kami lakukan tahun ini, menunjukan bahwa kenaikan 1 persen industri pariwisata akan meningkatkan PDRB sebesar zero,four persen,” tutur Arief. Perlu diperhatikan juga terkait aspek akomodasi resort, transportasi restoran, tempat belanja, oleh-oleh dan di lokasi destinasi wisata itu sendiri yang tentunya berkaitan erat dengan tempat wisata. Menkes Terawan mengatakan kegiatan ekonomi perlu dijalankan mengingat masyarakat perlu mendapat kesempatan untuk berusaha.

JawaPos.com – Kenaikan harga tiket pesawat khususnya rute domestik ternyata membawa dampak pada pelaku industri. Akibatnya, berpotensi terjadinya penurunan pendapatan pihak-pihak yang secara tidak langsung berhubungan dengan moda transportasi udara. Rerie menambahkan bangkitnya sektor pariwisata nasional saat ini tergantung pada wisatawan lokal.

Tentang Dukungan Kemenparekraf yang terkait kerja sama dengan pihak lodge, pihak perusahaan transportasi wisata, pihak perusahaan makanan dan minuman. Ilustrasi – Pemprov Bali akan membuka pariwisata untuk wisatawan domestik mulai Jumat 31 Juli 2020. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini optimistis dengan Bandar Slot Online perkembangan pariwisata berbasis budaya di Tanah Air. Ia mendukung pemerintah lebih berperan dalam mengelola potensi-potensi di daerah. VietnamMelalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Indonesia mempromosikan diri sebagai tujuan wisata untuk turis-turis asing dengan kampanye “Wonderful Indonesia”.

Pariwisata berpotensi besar memberikan review yang positif terhadap apa yang tamu atau pengguna jasa rasakan,” terangnya. Terkait dengan hal tersebut, maka Pemkot Tarakan terus mendorong upaya untuk memaksimalkan potensi tersebut. Guna menjadikan sektor pariwisata menjadi sektor yang benar-benar dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat, termasuk bagi para dalam bisnis yang berkecimpung sebagai pemandu wisata atau outbond. Selama ini, Pulau Dewata menggantungkan mayoritas pendapatan daerahnya terhadap sektor pariwisata.

Jakarta, CNBC Indonesia- Ketua Umum Apindo, Haryadi Sukamdani menyebutkan sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, tidak berfungsinya Badan Promosi Pariwisata Indonesia membuat tidak tercapainya goal sektor wisata. Untuk itu jika BPPI bisa diaktifkan lewat sinkronisasi program antara dunia usaha dan pemerintah, maka geliat ekonomi akan meningkat. Bila selama ini objek wisata sejarah dianggap membosankan, maka sebaiknya pemerintah daerah dan pengelola perlu melakukan terobosan baru, terutama bila ingin menjadikan potensi wisata sejarah sebagai program unggulan wisata. Terobosan ini diperlukan karena pengunjung membutuhkan pengalaman yang berbeda, tidak membosankan, yaitu pengalaman yang menarik dan spesial.